Peraturan Sekolah


PERATURAN AKADEMIK DAN KEMAHASISWAAN


Bab I: Program Pendidikan

Pasal 4: Program Pendidikan Diploma-3

  1. Pendidikan Diploma-3 diselenggarakan dalam 2 bentuk program, yaitu:
    1. Program Pendidikan Dipioma-3 Ahli Teknik.
    2. Program Pendidikan Diploma-3 Kejuruan Teknik.
  2. Beban studi program pendidikan Diploma-3 dilaksanakan sekurang-kurangnya 110 sks yang dijadwalkan selama 3 tahun (6 semester).
  3. Program Pendidikan Diploma-3 Ahli Teknik (D3AT) diselenggarakan dengan konsep pendidikan berbasis produksi (Production Based Education/PBE) dan dilaksanakan sepenuhnya di kampus Politeknik.
  4. Program Pendidikan D3AT terbagi atas 2 tahun Pendidikan Dasar dan 1 tahun Pendidikan Spesialisasi.
  5. Program Pendidikan Diploma-3 Kejuruan Teknik (D3KT) diselenggarakan dengan konsep pendidikan berbasis modular (Modular Based Education/ MBE) dengan menggunakan metoda Kooperatif 3-2-1, yaitu 3 semester Pendidikan Dasar, 2 semester praktik Industri dan 1 semester Pendidikan Lanjut.
  6. Penyelenggaraan Program Studi jenjang pendidikan Diploma-3 ditetapkan melalui Surat Keputusan Direktur yang diterbitkan pada setiap awal tahun akademik baru.
  7. Lulusan program pendidikan Diploma-3 akan mendapatkan ijazah Diploma-3 Politeknik dengan sebutan profesional Ahli Madya, disingkat AMd.

Pasal 5: Program Pendidikan Diploma-4

  1. Pendidikan Diploma-4 diselenggarakan untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kemampuan untuk menerapkan prinsip-prinsip dasar sains dan teknologi yang sudah mapan dan teruji berdasarkan spesifikasi baku (Engineering Technologist).
  2. Pendidikan Diploma-4 adalah program pendidikan lanjut setelah program pendidikan Diploma-3.
  3. Beban studi program pendidikan Diploma-4 adalah 56 sks yang terbagi atas 16 sks pada program matrikulasi serta 40 sks pada program pendidikan spesialisasi yang dijadwalkan selama 2 tahun (4 semester).
  4. Penyelenggaraan Program Studi jenjang pendidikan Diploma-4 ditetapkan melalui Surat Keputusan Direktur yang diterbitkan pada setiap awal tahun akademik baru.
  5. Lulusan program pendidikan Diploma-4 akan mendapatkan ijazah Diploma-4 Politeknik dengan sebutan profesional Sarjana Sains Terapan, disingkat SST.

Pasal 6: Kapasitas Pendidikan

  1. Kapasitas pendidikan untuk setiap program studi disesuaikan terhadap kebutuhan kerja dan minat masyarakat.
  2. Kapasitas penerimaan mahasiswa baru untuk setiap program studi ditetapkan dengan keputusan Direktur.

Pasal 7: Tatacara Penerimaan Mahasiswa Baru

  1. Calon mahasiswa Politeknik diharuskan memenuhi syarat sebagai berikut:
    1. Berkelakuan baik, berjiwa dan berbadan sehat.
    2. Bagi calon mahasiswa program pendidikan Diploma-3 telah lulus Pendidikan Menengah (SMU, SMK, dan SMA).
    3. Bagi calon mahasiswa program pendidikan D3AT harus memiliki Surat Tanda Tamat Belajar Pendidikan Menengah 5 tahun terakhir dan berusia tidak lebih dari 24 tahun pada saat perkuliahan dimulai.
    4. Bagi calon mahasiswa program pendidikan D3KT harus berusia tidak lebih dari 30 tahun pada saat perkuliahan dimulai.
    5. Bagi calon mahasiswa program pendidikan Diploma-4 telah menyelesaikan pendidikan dan memiliki ijazah Diploma-3 bidang rekayasa.
    6. Belum pernah terdaftar sebagai mahasiswa pada salah satu program studi di Politeknik.
  2. Para calon mahasiswa yang memenuhi persyaratan seperti tercantum pada ayat 1 diatas harus mengikuti ujian masuk yang diselenggarakan oleh Politeknik.
  3. Ujian masuk program pendidikan Diploma-3 terdiri dari:
    1. Ujian Tahap I yang merupakan tes potensi akademik yang dilakukan secara tertulis dengan materi uji Matematika, Fisika, dan Bahasa Inggris.
    2. Ujian Tahap II yang diikuti oleh peserta yang lulus Ujian Tahap 1 dengan materi uji yang meliputi uji keterampilan, uji minat dan bakat, serta uji kesehatan.
  4. Ujian masuk program pendidikan Diploma-4 dilakukan secara tertulis dengan materi uji Matematika, Fisika, dan Pengetahuan Kejuruan.
  5. Keputusan penerimaan mahasiswa baru berdasarkan pada hasil ujian masuk tersebut diatas merupakan wewenang Politeknik dan tidak dapat diganggu gugat.

Pasal 8: Persetujuan Hukum

  1. Persetujuan Hukum harus dilakukan oleh mahasiswa baru dengan cara menandatangani Surat Perjanjian bermeterai dalam form yang disediakan serta diketahui oleh orang tua/wali yang bersangkutan.
  2. Isi dari Surat Perjanjian menyatakan:
    1. Akan mengikuti program pendidikan untuk waktu paling sedikit selama masa pendidikan dasar (Syarat khusus bagi program pendidikan Diploma-3).
    2. Akan bertanggung jawab atas segala sikap, perbuatan, dan tingkah laku selama masa pendidikan.
    3. Akan mematuhi segala peraturan yang berlaku di Politeknik.
    4. Akan menerima hasil keputusan pimpinan Politeknik atas pelanggaran yang dilakukan sesuai dengan yang fercantum pada buku Peraturan Sekolah.

Bab II: Pelaksanaan Perkuliahan

Pasal 9: Kalender Akademik

  1. Kegiatan akademik disusun dalam sebuah kalender akademik yang berlaku untuk satu tahun ajaran.
  2. Tahun ajaran baru dimulai pada bulan September untuk setiap tahunnya dan berakhir pada bulan Agustus di tahun berikutnya.
  3. Satu tahun ajaran dibagi dalam 2 semester yang disebut sebagai semester ganjil dan semester genap.
  4. Masa kuliah untuk program pendidikan Diploma-3 dilaksanakan selama 21 minggu per semester dan pada program pendidikan Diploma-4 dilaksanakan selama 16 minggu per semester.
  5. Pada dasarnya waktu perkuliahan di kampus Politeknik pada program pendidikan Diploma-3 disusun dalam sebuah sistem blok yang terbagi atas 2/3 waktu untuk pendidikan praktik dan 1/3 waktu untuk pendidikan teori.
  6. Pendidikan diliburkan selama 10 minggu sebagai liburan tahunan dengan pembagian sebagai berikut:
    1. 2 minggu pada akhir semester ganjil
    2. 4 minggu pada akhir semester genap.
    3. 2 minggu sekitar Hari Raya Idul Fitri.
    4. 2 minggu sekitar Hari Natal dan Tahun Baru.
  7. Kegiatan akademik diliburkan pada hari-hari yang ditetapkan sebagai Hari Libur Nasional menurut penanggalan resmi.

Pasal 10: Jadwal Kuliah dan Istirahat

    Waktu belajar dan istirahat dalam satu minggu program kuliah disusun sesuai dengan jadwal sebagai berikut:

    Senin s.d. Kamis
    TeoriPraktik
    07.00 - 07.50 Jam Ke-1
    07.55 - 08.45 Jam Ke-2
    09.00 - 09.50 Jam Ke-3
    09.55 - 10.45 Jam Ke-4
    10.50 - 11.40 Jam Ke-5
    12.40 - 13.30 Jam Ke-6
    13.35 - 14.25 Jam Ke-7
    14.30 - 15.20 Jam Ke-8
    07.00 - 11.40 Praktek
    12.40 - 15.20 Praktek
    12.40 - 15.20 Praktek
    15.50 - 18.20 Praktek
    18.50 - 20.30 Praktek

    Jumat
    TeoriPraktik
    07.00 - 07.50 Jam Ke-1
    07.55 - 08.45 Jam Ke-2
    09.00 - 09.50 Jam Ke-3
    09.55 - 10.45 Jam Ke-4
    13.20 - 14.10 Jam Ke-5
    14.10 - 15.00 Jam Ke-6
    15.00 - 15.50 Jam Ke-7
    16.10 - 17.00 Jam Ke-8
    17.00 - 17.50 Jam Ke-9
    18.30 - 19.20 Jam Ke-10
    19.20 - 20.10 Jam Ke-11
    07.00 - 11.00 Praktek
    13.20 - 15.20 Praktek
    13.20 - 15.20 Praktek
    15.50 - 18.20 Praktek
    18.50 - 20.30 Praktek

    Sabtu
    TeoriPraktik
    07.30 - 08.20 Jam Ke-1
    08.20 - 09.10 Jam Ke-2
    09.30 - 10.20 Jam Ke-3
    10.20 - 11.10 Jam Ke-4
    11.50 - 12.40 Jam Ke-5
    12.40 - 13.30 Jam Ke-6

Pasal 11: Biaya Kuliah

  1. Setiap mahasiswa diwajibkan membayar biaya-biaya penyelenggaraan pendidikan pada setiap awal semester dan/atau tahun ajaran serta pada kegiatan-kegiatan tertentu yang meliputi:
    1. Perlengkapan Kerja yang menjadi milik mahasiswa, dibayarkan satu kali pada awal masuk perkuliahan (berlaku untuk program pendidikan Diploma-3)
    2. Sumbangan Penyelenggaraan Pendidikan (SPP) dan Diktat Kuliah, dibayarkan pada tiap awal semester.
    3. Asuransi Kecelakaan Kerja dan Uang Himpunan Mahasiswa, dibayarkan pada tiap awal tahun ajaran baru.
    4. Biaya untuk kegiatan tertentu seperti Studi Wisata dan Wisuda dibayarkan sebelum kegiatan dilaksanakan.
  2. Besar biaya kuliah ditetapkan melalui surat keputusan Direktur.
  3. Biaya yang dikeluarkan untuk penulisan dan pembuatan Tugas Akhir menjadi beban dan tanggungjawab mahasiswa.

Pasal 12: Pembayaran Biaya Kuliah dan Sanksi

  1. Biaya Perlengkapan Kerja, SPP, Diktat Kuliah, Asuransi Kecelakaan Kerja dan Uang Himpunan Mahasiswa sebagaimana ketentuan yang berlaku harus sudah dibayarkan sebelum semester baru dimulai.
  2. Biaya Kuliah yang sudah dibayarkan tidak dapat dikembalikan lagi dengan alasan apapun.
  3. Penundaan pembayaran biaya kuliah dapat diajukan melalui permohonan tertulis yang ditandatangani oleh orang tua/wali mahasiswa dan ditujukan kepada Direktur sebelum perkuliahan semester baru dimulai.
  4. Direktur akan menetapkan batas waktu pembayaran untuk setiap surat permohonan penundaan pembayaran biaya kuliah.
  5. Keterlambatan pembayaran biaya kuliah akan dikenakan sanksi tidak diperbolehkan mengikuti kegiatan perkuliahan sampai dengan waktu pelunasan.
  6. Ketidakhadiran yang disebabkan oleh sanksi keterlambatan pembayaran biaya kuliah tetap diperhitungkan sebagai sanksi akademik.

Pasal 13: Beasiswa dan Ikatan Dinas

  1. Bagi mahasiswa yang memenuhi syarat sebagai calon penerima dapat mengajukan permohonan untuk memperoleh beasiswa atau ikatan dinas.
  2. Ikatan dinas diberikan oleh Politeknik Manufaktur Bandung selama masih tersedia kapasitas untuk penempatan staf baru.
  3. Syarat dan tatacara pemberian Ikatan Dinas seperti tercantum pada ayat (2) diatas diatur dalam Peraturan Ikatan Dinas Politeknik Manufaktur Bandung.
  4. Beasiswa dan Ikatan Dinas dapat diberikan oleh lembaga, instansi atau perseorangan selama tidak bertentangan dengan peraturan Politeknik.
  5. Syarat calon penerima seperti tercantum pada ayat (4) diatas ditetapkan oleh lembaga, instansi atau perseorangan pemberi beasiswa atau ikatan dinas.
  6. Pengaturan mahasiswa penerima beasiswa dan/atau ikatan dinas dilakukan oleh Politeknik.

Bab III: Evaluasi Prestasi Akademik

Pasal 14: Penilaian Hasil Belajar

  1. Evaluasi kemajuan prestasi mahasiswa dilakukan secara berkala baik pada pelajaran praktik maupun teori.
  2. Penilaian prestasi mahasiswa pada program praktik dapat dilakukan berdasarkan hasil kerja, sikap kerja dan/atau laporan kerja yang mencakup bagian mata kuliah praktik pada minggu program yang bersangkutan.
  3. Nilai program praktik diberikan pada akhir setiap minggu oleh penyelia program pada minggu program yang bersangkutan.
  4. Penilaian prestasi mahasiswa pada program teori dapat dilakukan berdasarkan hasil tugas, quiz dan/atau ujian untuk masing-masing mata kuliah yang mencakup bagian mata kuliah teori pada semester yang bersangkutan.
  5. Pada setiap semester sekurang-kurangnya dilakukan 2 kali ujian untuk setiap mata kuliah teori yang dapat diselenggarakan pada tengah dan akhir semester.
  6. Pada setiap akhir semester akan disampaikan hasil prestasi dan tingkah laku mahasiswa dalam bentuk Laporan Semester. Laporan Semester akan diserahkan kepada mahasiswa dan salinan akan disampaikan kepada orangtua/wali yang bersangkutan.
  7. Penilaian Tugas Semester Akhir/Tugas Akhir ditetapkan melalui Pedoman Pelaksanaan Tugas Semester Akhir/Tugas Akhir.

Pasal 15: Nilai Mata Kuliah

  1. Nilai setiap mata kuliah termasuk nilai Tugas Semester Akhir dinyatakan dengan Huruf Mutu A, B, C, D, dan E dengan Sebutan Mutu dan Angka Mutu sebagai berikut:

  2. Huruf Mutu
    (HM)
    Sebutan Mutu
    (SM)
    Angka Mutu
    (AM)
    ASangat Baik4
    BBaik3
    CCukup2
    DKurang1
    EGagal0

  3. Pada dasarnya nilai akhir diberikan kepada mahasiswa atas pencapaian prestasi tiap mata kuliah yang memenuhi kriteria sebagai berikut:
    1. Nilai A diberikan kepada mahasiswa oleh pengajar mata kuliah yang bersangkutan apabila mahasiswa tersebut dinilai menguasai sepenuhnya materi yang diberikan sesuai dengan kriteria yang telah ditentukan, serta mempunyai kemampuan dan kemauan untuk menambah dan mengembangkan pengetahuannya di kemudian hari.
    2. Nilai B diberikan kepada mahasiswa oleh pengajar mata kuliah yang bersangkutan apabila mahasiswa tersebut dinilai menguasai sebagian besar materi tersebut dari kriteria yang telah ditentukan, mempunyai kemampuan dan kemauan untuk menambah dan mengembangkan pengetahuannya di kemudian hari.
    3. Nilai C diberikan kepada mahasiswa oleh pengajar mata kuliah yang bersangkutan apabila mahasiswa tersebut dinilai hanya memenuhi persyaratan penguasaan minimal dari kriteria yang ditentukan, serta masih mempunyai kemampuan dan kemauan untuk memperbaiki kekurangannya dikemudian hari.
    4. Nilai D diberikan kepada mahasiswa oleh pengajar mata kuliah yang bersangkutan apabila mahasiswa tersebut dinilai kurang memenuhi persyaratan penguasaan minimal dari kriteria yang telah ditentukan, tetapi masih mempunyai kemampuan dan kemauan untuk memperbaiki kekurangannya di kemudian hari.
    5. Nilai E diberikan kepada mahasiswa oleh pengajar mata kuliah yang bersangkutan apabila mahasiswa tersebut dinilai gagal, karena penguasaannya terhadap mata kuliah tersebut berada di bawah penguasaan minimal dari kriteria yang telah ditentukan.

Pasal 16: Konversi Nilai Angka ke Nilai Mutu

  1. Nilai Angka adalah nilai kuantitatif yang diberikan o!eh pengajar untuk tiap mata kuliah pada setiap akhir semester.
  2. Nilai Angka ditulis dengan skala 1,0 sampai dengan 10,0.
  3. Konversi Nilai Angka ke Nilai Mutu dapat dilakukan dengan menggunakan beberapa acuan sebagai berikut:
    1. Acuan Mutlak
    2. Nilai Angka (NA)Nilai Mutu (NM)
      NA 8.5A
      7,0 NA < 8.5B
      5,5 NA < 7.0C
      4,0 NA < 5.5D
      NA < 4,0E

    3. Acuan Distribusi Normal
    4. Nilai Angka (NA)Nilai Mutu (NM)
      NA (NR + 1,5 x SB)A
      NR < NA (NR + 1,5 x SB)B
      (NR - 1,5 x SB) < NA NRC
      4,0 < NA (NR - 1,5 x SB)D
      NA < 4,0E

      Keterangan:
      NR = Rata-rata nilai mahasiswa yang mendapatkan nilai 4,0
      SB = Simpangan baku nilai mahasiswa yang mendapatkan nilai 4,0



    5. Acuan lain yang ditetapkan oleh pengajar

Pasal 17: Penilaian Prestasi Akademik

  1. Penilaian prestasi akademik dilakukan pada setiap akhir semester berdasarkan hasil evaluasi akademik seluruh mata kuliah yang ditempuh pada semester tersebut.
  2. Penilaian prestasi akademik pada akhir semester dinyatakan dengan nilai Indeks Prestasi (IP).
  3. Indeks Prestasi Semester (IPS) merupakan kumulasi dari nilai Indeks Prestasi Mata Kuliah Praktik (IPP) dan Indeks Prestasi Mata Kuliah Teori (IPT).
  4. Hasil perhitungan Indeks Prestasi Semester dihitung sampai dua desimal.
  5. Untuk program pendidikan Diploma-3 berlaku perhitungan Indeks Prestasi Semester sebagai berikut:






  6. Keterangan:
    IPS = Indeks Prestasi Semester
    IPP = Indeks Prestasi Praktik
    IPT = Indeks Prestasi Teori
    KPi = Bobot kredit tiap mata kuliah praktik
    KTi = Bobot kredit tiap mata kuliah teori
    AMPi = Angka Mutu tiap mata kuliah praktik
    AMTi = Angka Mutu tiap mata kuliah teori

  7. Untuk program pendidikan Diploma-4 berlaku perhitungan Indeks Prestasi Semester sebagai berikut:



  8. Keterangan:
    IPS = Indeks Prestasi Semester
    Ki = Bobot kredit tiap mata kuliah
    AMi = Angka Mutu tiap mata kuliah

Pasal 18: Status Kelulusan Semester

  1. Status Kelulusan diberikan kepada mahasiswa pada tiap akhir semester berdasarkan hasil evaluasi prestasi akademik, kehadiran dan disiplin.
  2. Terdapat 3 jenis status kelulusan pada tiap akhir semester, yaitu:
    1. Status Tetap
    2. Status Percobaan
    3. Status Tidak Lulus
  3. Pada program pendidikan Diploma-3 pemberian status kelulusan atas hasil evaluasi prestasi akademik ditetapkan berdasarkan kriteria sebagai berikut:
  4. Status KelulusanKriteria
    Tetap IPP 2,00 dan
    IPT 2,00 dan
    Jumlah sks nilai D 4 dan
    Tidak memiliki nilai E
    Percobaan IPP 2,00 dan
    IPT 2,00 dan
    Jumlah sks nilai D > 4 dan
    Tidak memiliki nilai E

    atau

    1,75 IPP dan/atau IPT < 2,00 dan
    Jumlah sks nilai D 8 dan
    Tidak memiliki nilai E
    Tidak Lulus IPP dan/atau IPT < 1,75

    atau

    Jumlah sks nilai D > 8

    atau

    Status percobaan 2x berturut-turut

    atau

    Memiliki nilai E

  5. Pada program pendidikan Diploma-4 pemberian status kelulusan atas hasil evaluasi prestasi akademik ditetapkan berdasarkan kriteria sebagai berikut:
  6. Status KelulusanKriteria
    Tetap IPS 2,00 dan
    Tidak memiliki nilai E
    Percobaan 1,75 IPS < 2,00 dan
    Tidak memiliki nilai E
    Tidak Lulus IPS < 1,75

    atau

    Status percobaan 2x berturut-turut

    atau

    Memiliki nilai E

  7. Status Percobaan dan pemberhentian sementara dari kegiatan akademik dapat diberikan kepada mahasiswa yang telah melewati batas maksimum ketidakhadiran dalam satu semester atau satu tahun ajaran.
  8. Pemberian status kelulusan atas dasar waktu ketidakhadiran ditetapkan berdasarkan kriteria sebagai berikut:
    1. Status Percobaan diberikan kepada mahasiswa yang memiliki total ketidakhadiran melebihi 160 jam dalam satu semester.
    2. Pemberhentian sementara dari kegiatan akademik akan diberikan kepada mahasiswa yang memiliki total ketidakhadiran melebihi 320 jam dalam satu tahun ajaran.
  9. Status Tidak Lulus dapat diberikan pada mahasiswa yang melanggar Peraturan Tata Tertib dan Disiplin. Jenis dan sanksi atas pelanggaran diatur dalam pasal tersendiri.

Pasal 19: Kenaikan Semester

  1. Secara umum untuk seluruh program pendidikan berlaku ketentuan sebagai berikut:
    1. Mahasiswa yang mendapatkan status kelulusan Tetap pada akhir semester berhak mengikuti pendidikan pada semester berikutnya.
    2. Mahasiswa yang mendapatkan status kelulusan Percobaan pada 2 semester berturut-turut akan mendapatkan status Tidak Lulus.
    3. Mahasiswa yang mendapatkan status Tidak Lulus akan diberhentikan dari kegiatan akademik.
  2. Pada program pendidikan Diploma-3 Ahli Teknik berlaku ketentuan-ketentuan tambahan sebagai berikut:
    1. Status kelulusan Tetap harus dicapai pada akhir semester pendidikan dasar, yaitu pada semester 4.
    2. Mahasiswa yang mendapatkan status kelulusan Percobaan pada akhir semester pendidikan dasar akan diberhentikan dari kegiatan akademik.
    3. Mahasiswa yang mendapatkan status kelulusan Percobaan pada akhir semester 5 atau semester 6 karena prestasi akademik akan diberhentikan sementara dari kegiatan akademik.
    4. Mahasiswa tersebut diberikan kesempatan untuk mengulang seluruh mata kuliah pada semester yang sama pada tahun ajaran berikutnya setelah menjalani praktik kerja selama satu semester di industri yang relevan.
  3. Pada program pendidikan Diploma-3 Kejuruan Teknik berlaku ketentuan-ketentuan tambahan sebagai berikut:
    1. Status kelulusan Tetap harus dicapai pada akhir semester pendidikan dasar, yaitu pada semester 3.
    2. Status kelulusan Tetap harus dicapai pada akhir semester praktik industri, yaitu pada semester 5.
    3. Mahasiswa yang mendapatkan status kelulusan Percobaan pada akhir semester pendidikan dasar atau pada akhir semester praktik industri akan diberhentikan dari kegiatan akademik.
    4. Mahasiswa yang mendapatkan status kelulusan Percobaan pada akhir semester 6 karena prestasi akademik akan diberhentikan sementara dari kegiatan akademik.
  4. Pada program pendidikan Diploma-4 status kelulusan Tetap harus dicapai pada akhir semester 3 sekaligus sebagai syarat untuk mengikuti Tugas Akhir.

Pasal 20: Pemberhentian Sementara dari Kegiatan Akademik

  1. Pemberhentian sementara dari kegiatan akademik dapat diberikan kepada mahasiswa pada semester-semester tertentu yang disebabkan oleh:
    1. Prestasi akademik.
    2. Ketidakhadiran yang melebihi batas waktu yang ditetapkan karena sakit atau keharusan yang berkaitan dengan kepentingan negara.
  2. Pemberhentian sementara karena prestasi akademik diberikan pada semester tertentu sesuai dengan program pendidikannya, yaitu:
    1. Semester 5 dan 6 untuk program pendidikan Diploma-3 Ahli Teknik.
    2. Semester 6 untuk program pendidikan Diploma-3 Kejuruan Teknik.
  3. Mahasiswa yang diberhentikan sementara dari kegiatan akademik diberikan kesempatan untuk mengulang seluruh mata kuliah pada semester yang sama pada tahun ajaran berikutnya.
  4. Kesempatan mengulang hanya diberikan satu kali.
  5. Pengajuan permohonan untuk mengikuti pendidikan kembali harus diajukan secara tertulis pada pimpinan Politeknik selambat-lambatnya satu bulan sebelum perkuliahan semester baru dimulai.
  6. Pimpinan Politeknik berhak menolak permohonan jika kapasitas mahasiswa telah terpenuhi.

Pasal 21: Pendidikan Spesialisasi

  1. Mahasiswa program pendidikan Diploma-3 Ahli Teknik yang mendapatkan status kelulusan Tetap pada akhir semester 4 dapat mengajukan permohonan untuk meianjutkan ke pendidikan spesialisasi.
  2. Syarat mengikuti pendidikan spesialisasi adalah:
    1. Memiliki Sertifikat Kompetensi Pendidikan Dasar.
    2. Memiliki nilai rata-rata mata kuliah profesi >= 2,00.
  3. Mata kuliah profesi adalah mata kuliah utama yang membentuk karakter profesi lulusan sesuai dengan program studinya.
  4. Jumlah dan nama mata kuliah profesi ditetapkan melalui surat keputusan Direktur berdasarkan pada kurikulum program studi yang berlaku.
  5. Karena sesuatu hal mahasiswa dapat menangguhkan untuk meianjutkan ke pendidikan spesialisasi untuk waktu satu tahun.
  6. Kesempatan penangguhan hanya diberikan satu kali.
  7. Pengajuan permohonan untuk mengikuti pendidikan spesialisasi harus diajukan secara tertulis pada pimpinan Politeknik selambat-lambatnya satu bulan sebelum perkuliahan semester 5 pada tahun ajaran berikutnya dimulai.
  8. Pimpinan Politeknik berhak menolak permohonan jika kapasitas mahasiswa telah terpenuhi.

Pasal 22: Praktik Industri

  1. Mahasiswa program pendidikan Diploma-3 Kejuruan Teknik yang mendapatkan status kelulusan Tetap pada akhir semester 3 dan memiliki Sertifikat Kompetensi Pendidikan Dasar dapat mengajukan permohonan untuk mengikuti semester Praktik industri.
  2. Tatacara, aturan pelaksanaan serta hak dan kewajiban mahasiswa selama mengikuti praktik industri diatur dalam Pedoman Pelaksanaan praktik Industri.

Pasal 23: Sertifikat Kompetensi Pendidikan Dasar

  1. Sertifikat Kompetensi Pendidikan Dasar akan diberikan kepada mahasiswa program pendidikan Diploma-3 yang memenuhi persyaratan sebagai berikut:
    1. Mendapatkan status kelulusan Tetap pada akhir semester pendidikan dasar, yaitu semester 4 untuk program pendidikan Diploma-3 Ahli Teknik atau Semester 3 untuk pendidikan Diploma-3 Kejuruan Teknik.
    2. Rata-rata nilai Indeks Prestasi yang dihitung kumulatif selama mengikuti pendidikan dasar >= 2,00.
  2. Sertifikat Kompetensi Pendidikan Dasar akan menjadi prasyarat untuk mengikuti pendidikan berikutnya, yaitu pendidikan spesialisasi untuk program pendidikan Diploma-3 Ahli Teknik atau Praktik industri untuk program pendidikan Diploma-3 Kejuruan Teknik.

Bab IV: Kelulusan Mahasiswa

Pasal 24: Yudisium

  1. Yudisium adalah status kelulusan pada akhir masa pendidikan yang terbagi atas status Cum Laude, Sangat Memuaskan, dan Memuaskan.
  2. Yudisium Diploma Politeknik ditentukan oleh unsur-unsur Indeks Prestasi Kumulatif (IPK), Nilai Kelakuan Kumulatif (NKK), dan jumlah status kelulusan Percobaan.
  3. Pada program pendidikan Diploma-3 Indeks Prestasi Kumulatif dihitung dengan menggunakan rumus:



  4. Keterangan:
    IPK = Indeks Prestasi Kumulatif
    IPSi = Indeks Prestasi Semester 1 s.d. 6

  5. Pada program pendidikan Diploma-4 Indeks Prestasi Kumulatif dihitung dengan menggunakan rumus:



  6. Keterangan:
    IPK = Indeks Prestasi Kumulatif
    Ki = Bobot kredit tiap mata kuliah
    AMi = Angka Mutu tiap mata kuliah

  7. Nilai Kelakuan dihitung berdasarkan jumlah Peringatan Lisan dan/atau PeringatanTertulis yang diterima oleh mahasiswa pada tiap semester dimana :
    1. Nilai 4 (Sangat Baik) diberikan pada mahasiswa yang tidak pernah mendapat peringatan lisan dalam 1 semester.
    2. Nilai 3 (Baik) diberikan pada mahasiswa yang mendapatkan peringatan lisan sebanyak-banyaknya 3 kali dalam 1 semester.
    3. Nilai 2 (Cukup) diberikan pada mahasiswa yang mendapat peringatan lisan lebih dari 3 kali dan sebanyak-banyaknya 7 kali dalam 1 semester.
    4. Nilai 1 (Kurang) diberikan pada mahasiswa yang mendapat peringatan lisan lebih dari 7 kali dalam 1 semester.
    5. Satu peringatan tertulis dihitung setara dengan empat peringatan lisan.
  8. Nilai Kelakuan Kumulatif (NKK) dihitung berdasarkan rumus:

  9. NKK = NKi

    Keterangan:
    NKK = Nilai Kelakuan Kumulatif
    NKi = Nilai Kelakuan Semester pertama s.d. semester terakhir

  10. Berdasarkan unsur-unsur seperti tersebut pada ayat (2) maka Yudisium ditetapkan sebagai berikut:
  11. Program Diploma-3

    YudisiumKriteria
    Cum Laude IPK 3,50 dan
    NKK 20 dan
    Tidak pernah mendapatkan Status Kelulusan Percobaan selama masa pendidikannya
    Sangat Memuaskan IPK 3,50 tetapi tidak memenuhi persyaratan NKK dan/atau Jumlah Status Kelulusan Percobaan

    atau

    2,75 IPK < 3,50 dan
    NKK 14 dan
    Sebanyak-banyaknya hanya pernah mendapatkan satu kali Status Kelulusan Percobaan pada semester selama masa pendidikannya
    Memuaskan Kondisi lain yang tidak termasuk dalam 2 kriteria sebelumnya
     

    Program Diploma-4

    YudisiumKriteria
    Cum Laude IPK 3,50 dan
    NKK 14 dan
    Tidak pernah mendapatkan Status Kelulusan Percobaan selama masa pendidikannya
    Sangat Memuaskan IPK 3,50 tetapi tidak memenuhi persyaratan NKK dan/atau Jumlah Status Kelulusan Percobaan

    atau

    2,75 IPK < 3,50 dan
    NKK 10 dan
    Sebanyak-banyaknya hanya pernah mendapatkan satu kali Status Kelulusan Percobaan pada semester selama masa pendidikannya
    Memuaskan Kondisi lain yang tidak termasuk dalam 2 kriteria sebelumnya

  12. Mahasiswa yang pernah mengulang, apapun alasannya hanya dapat diberikan Yudisium Memuaskan.

Pasal 25: Ijazah Diploma

  1. Mahasiswa yang dinyatakan lulus pada program pendidikan Diploma-3 berhak mendapatkan Ijazah Diploma-3 Politeknik.
  2. Mahasiswa yang dinyatakan lulus pada program pendidikan Diploma-4 berhak mendapatkan Ijazah Diploma-4 Politeknik.
  3. Ijazah Diploma diterbitkan oleh Politeknik dan diakui oleh Pemerintah Republik Indonesia.

Bab V: Sarana dan Prasarana

Pasal 26: Fasilitas Belajar Mengajar

  1. Ruang kuliah digunakan bersama oleh seluruh jurusan sesuai dengan jadwal kuliah teori yang berlaku.
  2. Penjadwalan penggunaan ruang kuliah dikoordinasikan oleh Bagian Administrasi Akademik.
  3. Fasilitas praktik yang meliputi Bengkel, Studio dan Laboratorium-beserta fasilitas pendukungnya dikelola oleh jurusan.
  4. Sesuai dengan kompetensi mahasiswa yang akan dicapai, jurusan dapat memanfaatkan sarana, fasilitas dan sumber daya unit kerja lain untuk membantu penyelenggaraan pendidikan.

Pasal 27: Papan Pengumuman

  1. Papan Pengumuman Resmi dikelola oleh pimpinan Politeknik.
  2. Papan Pengumuman Umum dapat digunakan oleh seluruh sivitas akademika dan masyarakat umum untuk hal-hal yang menyangkut kepentingan bersama.
  3. Setiap Jurusan memiliki papan pengumuman untuk penyampaian informasi yang berlaku di bagian masing-masing.
  4. Papan Pengumuman Himpunan Mahasiswa digunakan untuk kepentingan Himpunan.
  5. Publikasi yang bersifat politik dilarang.

Bab VI: Kemahasiswaan

Pasal 28: Kelas dan Organisasi Kelas

  1. Setiap kelas harus mempunyai ketua kelas yang boleh dijabat secara bergantian diantara mahasiswa untuk setiap semester.
  2. Ketua kelas bertanggungjawab untuk atas pengisian daftar kehadiran mahasiswa dan/atau pengajar.
  3. Ketua kelas bertanggungjawab atas ketertiban kelas dan anggota-anggotanya.
  4. Pengaturan dan masa tugas ketua kelas dilakukan oleh Ketua Jurusan.

Pasal 29: Kegiatan Ekstrakurikuler

  1. Maksud dan tujuan kegiatan ekstrakurikuler adalah kegiatan di luar jam belajar mahasiswa yang menyangkut kegiatan-kegiatan kesejahteraan mahasiswa dan penyaluran minat dan hobby antara lain dalam olahraga dan kesenian.
  2. Kegiatan tersebut diatas dimaksudkan untuk mengembangkan kemampuan fisik dan mental, mengarahkan mereka terhadap tanggung jawab sosial sebagai pribadi atau sebagai anggota kelompok dan memelihara semangat kebersamaan di dalam keluarga besar Politeknik.
  3. Organisasi dan Keanggotaan kegiatan ekstrakurikuler di atur sebagai berikut:
    1. Pada umumnya kegiatan ekstrakurikuler direncanakan dan dilakukan oleh Himpunan Mahasiswa/Senat Mahasiswa Politeknik.
    2. Keikutsertaan pada kegiatan ekstrakurikuler ini bersifat sukarela dan keanggotaannya tidak mempengaruhi fasilitas pelayanan akademis. Namun demikian setiap mahasiswa diharapkan turut berperan di dalam kegiatan-kegiatan ekstrakurikuler tersebut.
    3. Penerimaan dan persyaratan keanggotaan Himpunan diatur oleh Senat Mahasiswa Politeknik.

PERATURAN DISIPLIN


Pasal 30: Kedisiplinan

  1. Politeknik mewajibkan para mahasiswa untuk belajar dengan disiplin tinggi serta berpegang pada ketentuan berikut ini:
    1. Menepati waktu dan teratur dalam mengikuti kuliah.
    2. Berdisiplin dan bersikap baik.
    3. Menjaga kebersihan dan ketertiban.
    4. Tidak merokok dan makan minum selama jam kuliah kecuali pada waktu istirahat yang telah ditentukan.
    5. Tidak merokok, makan dan minum didalam ruang kuliah atau ruang praktik.
    6. Menghindarkan diri dari pemakaian obat-obat terlarang.
    7. Mematuhi petunjuk untuk menghindari kecelakaan kerja.
    8. Dapat dipercaya dan menghindarkan kerusakan dan hilangnya barang-barang milik Politeknik.
    9. Mengikuti ketentuan dan peraturan yang ditetapkan oleh Polkeknik.
  2. Sanksi akan diberikan bagi mahasiswa yang tidak mematuhi peraturan-peraturan Politeknik.
  3. Pemberian sanksi dapat berupa kompensasi kerja, peringatan lisan, peringatan tertulis dan/atau diberhentikan dari kegiatan akademik.

Pasal 31: Peringatan Lisan

  1. Peringatan lisan dapat dikenakan kepada mahasiswa atas pelanggaran sebagai berikut:
    1. Ketidakhadiran yang tidak diijinkan, misalnya terlambat dan bolos.
    2. Tidak melaksanakan instruksi keselamatan yang diberikan.
    3. Tidak melaksanakan tugas yang diberikan.
    4. Tidak menghiraukan peraturan tata tertib, kesopanan dan rasa hormat kepada yang lain, terutama kepada staf pengajar.
    5. Menggunakan alat-alat, perkakas dan benda-benda Politeknik tidak menurut aturan pakai yang benar walaupun telah diberitahukan sebelumnya secara lisan maupun tertulis.
    6. Tidak mengikuti ketentuan cara berpakaian yang berlaku di Politeknik.
    7. Makan minum dan merokok di kelas atau di bengkel/studio/laboratorium dalam jam kerja atau istirahat.
    8. Membuat kegaduhan di kelas maupun di tempat praktik pada jam belajar
    9. Hal-hal lain yang diterbitkan oleh Jurusan yang telah disetujui oleh Direktur.
  2. Peringatan lisan dapat diberikan oleh seluruh staf sesuai dengan lingkup tanggungjawabnya.
  3. Nama mahasiswa dan jenis pelanggaran yang dikenakan ditulis dalam Form Peringatan serta ditandatangani oleh mahasiswa yang bersangkutan, staf yang melaporkan dan Ketua Jurusan.

Pasal 32: Peringatan Tertulis

  1. Peringatan tertulis dapat dikenakan kepada mahasiswa atas pelanggaran sebagai berikut:
    1. Ketidakhadiran yang tidak diijinkan, misalnya teriambat dan bolos.
    2. Mengakibatkan terjadinya suatu kecelakaan karena pelanggaran terhadap instruksi keselamatan yang membahayakan kesehatan dan kehidupan bagi diri sendiri dan/atau orang lain.
    3. Menghilangkan atau merusakkan alat, perkakas dan/atau benda milik Politeknik.
    4. Tidak melaksanakan/mentaati tugas kompensasi pada waktu yang telah ditentukan.
    5. Tidak jujur dalam memberikan alasan absen.
    6. Tidak jujur dalam memberikan alasan kerusakan alat/mesin/benda kerja.
    7. Melakukan kegiatan politik di dalam kampus.
    8. Hal-hal lain yang diterbitkan oleh unit kerja yang telah disetujui oleh Direktur.
  2. Peringatan tertulis dapat diberikan oleh seluruh staf sesuai dengan lingkup tanggungjawabnya.
  3. Peringatan tertulis diberikan pada setiap peringatan lisan yang ke-4 (empat) dalamsatu tahun ajaran.
  4. Mahasiswa hanya diperbolehkan menerima sebanyak-banyaknya tiga peringatan tertulis dalam satu tahun ajaran. Pada peringatan tertulis ke-4 (empat) mahasiswa akan diberhentikan dari kegiatan akademik.
  5. Mahasiswa hanya diperbolehkan menerima sebanyak-banyaknya enam peringatan tertulis selama masa pendidikan yang dihitung kumulatif sejak semester pertama. Pada peringatan tertulis ke-7 (tujuh) mahasiswa akan diberhentikan dari kegiatan akademik
  6. Nama mahasiswa dan jenis pelanggaran yang dikenakan ditulis dalam Form Peringatan serta ditandatangani oleh staf yang melaporkan, mahasiswa yang bersangkutan dan Ketua Jurusan.
  7. Politeknik akan menyampaikan surat pemberitahuan tertulis kepada orangtua/wali mahasiswa atas setiap pelanggaran yang menyebabkan terbitnya sebuah peringatan tertulis.

Pasal 33: Ketidakhadiran Yang Diijinkan

  1. Ketidakhadiran untuk mengikuti perkuliahan hanya diijinkan dalam hal:
    1. Sakit, dengan surat keterangan dokter yang resmi dan sah. Politeknik berhak memeriksa keabsahan surat keterangan dokter yang dijadikan alasan ketidakhadiran mahasiswa.
    2. Urusan pribadi yang benar-benar penting dan mendadak (contoh: panggilan untuk menjadi saksi dimuka pengadilan, pelanggaran lalu lintas, kecelakaan, dan anggota keluarga yang mempunyai hubungan langsung mendapat kecelakaan berat). Ijin untuk urusan pribadi diberikan sebanyak-banyaknya untuk 1 (satu) hari.
    3. Anggota keluarga yang mempunyai hubungan langsung (Ayah, Ibu, Kakak dan/atau Adik) meninggal dunia. Untuk kasus ini ijin diberikan sebanyak-banyaknya 1 hari untuk daerah Kotamadya/Kabupaten Bandung, dan sebanyak-banyaknya 3 (tig hari untuk daerah di luar Kabupaten Bandung.
  2. Ijin tidak hadir selama jam kuliah kurang dari satu hari harus didapat dari Ketua jurusan.
  3. Ijin tidak hadir selama jam kuliah sehari penuh atau lebih harus didapatkan dari Ketua Jurusan dan disetujui oleh Pembantu Direktur Bidang Akademik. Permohonan ijin ini harus dilakukan secara tertulis sekurang-kurangnya 24 jam sebelumnya, dan diantar langsung oleh yang berkepentingan (mahasiswa atau orang tua/wali ybs.).
  4. Bila mahasiswa karena sesuatu hal tidak dapat mengikuti perkuliahan karena alasan tersebut diatas, maka Ketua Jurusan harus menerima pemberitahuan resmi dalam waktu selambat-lambatnya 3 hari kerja. Pemberitahuan dapat disampaikan melalui telepon, facsimile, surat, telegram, atau media lain. Meskipun demikian surat keterangan dokter/pernyataan alasan absen yang ditandatangani oleh orang tua/wali harus diserahkan kepada Ketua Jurusan ketika mengikuti kuliah kembali.
  5. Pada dasarnya setiap waktu ketidakhadiran yang diijinkan harus dikompensasikan sebanyak satu kali. Dalam hal ketidakhadiran dalam waktu cukup lama yang disebabkan sakit atau kecelakaan, maka jumlah jam kompensasi dapat dikurangi dengan pertimbangan yang wajar. Untuk itu mahasiswa dapat mengajukan surat permohonan yang diketahui oleh orang tua/wali. Ijin pengurangan kompensasi diberikan oleh Ketua Jurusan.

Pasal 34: Ketidakhadiran Yang Tidak Diijinkan

  1. Ketidakhadiran yang tidak diijinkan meliputi kasus:
    1. Terlambat.
    2. Bolos.
  2. Ketidakhadiran yang tidak diijinkan akan mengakibatkan diberikannya peringatan lisan atau peringatan tertuiis.
  3. Waktu keterlambatan hadir mengikuti perkuliahan akan dijumlahkan pada setiap semester.
  4. Peringatan lisan dikenakan pada hal-hal sebagai berikut:
    1. 3 kali terlambat, masing-masing tidak lebih dari 10 menit.
    2. 1 kali terlambat lebih dari 10 menit.
  5. Peringatan tertulis akan diberikan kepada mahasiswa atas ketidakhadiran tanpa pemberitahuan resmi untuk setiap 1 (satu) hari kuliah.

Pasal 35: Pertanggungjawaban Atas Barang Milik Politeknik

  1. Tiap mahasiswa, secara perorangan, bertanggung jawab terhadap keiengkapan bahan/peralatan yang dipercayakan kepadanya.
  2. Mahasiswa diharuskan segera melapor kepada staf pengajar yang bersangkutan jika menerima bahan/peralatan yang rusak atau tidak lengkap.
  3. Mahasiswa diharuskan segera melapor kepada staf pengajar yang bersangkutan apabila merusakkan/menghilangkan bahan/peralatan yang dipercayakan kepadanya. Mengabaikan peraturan ini dianggap sebagai pelanggaran disiplin yang berat.
  4. Pertanggungjawaban atas kehilangan/kerusakan yang tidak dapat dilakukan secara perseorangan akan dibebankan kepada seluruh mahasiswa dari kelas yang bersangkutan.
  5. Setiap hari mahasiswa diharuskan melakukan pemeriksaan terhadap kelengkapan bahan/peralatan/mesin yang digunakan sesuai dengan daftar inventarisnya.

Pasal 36: Penggantian Atas Kerusakan

  1. Selain peringatan lisan atau tertuiis, seorang mahasiswa dapat dikenakan denda atau tuntutanpenggantian atas bahan/peralatan/mesin yang dirusakkan atau dihilangkannya.
  2. Nilai penggantian ditentukan oleh Ketua Jurusan dengan tetap mempertimbangkan aspek akademis berkaitan dengan kasus yang terjadi.

Pasal 37: Kompensasi

  1. Kompensasi adalah penggantian waktu ketidakhadiran yang diakibatkan oleh kasus sakit, ijin, terlambat dan/atau bolos.
  2. Kompensasi atas ketidakhadiran tidak mengurangi jumlah ketidakhadiran yang tercantum dalam Laporan Semester.
  3. Kompensasi kerja dapat pula diberikan kepada mahasiswa yang melakukan kerusakan atau menghilangkan bahan/peralatan/mesin yang menjadi tanggungjawabnya. Jumlah jam kompensasi ditentukan dan disesuaikan dengan kondisi kerusakan/kehilangan tersebut.
  4. Kompensasi dapat dilakukan pada hari kerja dalam semester tersebut dan/atau waktu libur.
  5. Dengan tanpa alasan apapun kompensasi harus dilunasi sebelum perkuliahan semester baru dimulai.
  6. Jadwal pelaksanaan kompensasi diatur oleh Ketua Jurusan.

Pasal 38: Pemberhentian dari Kegiatan Akademik

  1. Disamping hal-hal yang berhubungan dengan status kelulusan dan tindakan indisipliner, seorang mahasiswa dapat diberhentikan dari kegiatan akademik jika :
    1. Tidak membayar uang sekolah.
    2. Kedapatan mencuri atau menipu.
    3. Terlibat kasus pidana/kriminal/subversi.
  2. Keputusan memberhentikan mahasiswa dari kegiatan akademik akan diputuskan melalui Surat Keputusan Direktur berdasarkan bukti-bukti dan alasan-alasan yang jelas.